Debat itu, tidak berhenti hingga sebuah kata "iyaa, anda benar dan saya salah" saja. Nampaknya, harus ada salah satu yang tersakiti dahulu. Dan kalau sudah begitu, yang merasa disakiti pun ingin pula menyakiti orang yang telah menyakitinya. Sehingga terjadilah saling sakit-menyakiti.
Itulah yang disebut mujadalah. Yang membedakannya dengan muzakarah/musyawarah adalah, kalau muzakarah endingnya ada sebuah kesepekatan yang didapat lagi menyenangkan hati. Nah kalau mujadalah tidak ada berkesudahan, kalau pun ada endingnya hanya akan menyesakkan hati dan membuat hati kesat.

Komentar
Posting Komentar